• Beranda
  • Blog
  • Berita
  • Dinkes DKI Klaim PSBB Mampu Tekan Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta, Apa Kabar Agenda Bepergian?

https://omnispace.blob.core.windows.net/image-article/thumbnail-173-THUMBNAIL TIPS - 01 (1).jpg

Berita

Dinkes DKI Klaim PSBB Mampu Tekan Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta, Apa Kabar Agenda Bepergian?

30 Maret 2021

Share

(foto: iStockphoto)

Sebagai episentrum penyebaran Covid-19 di Indonesia, Pemerintah DKI Jakarta selalu punya langkah mutakhir untuk memutus mata rantai penyebaran virus di ibu kota. Terbaru adalah dengan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro yang sebelumnya disebut PSBB.

 

Dinas Kesehatan DKI Jakarta seperti dilansir dari Kompas.com, mengklaim PPKM efektif menekan laju kasus aktif Covid-19 di ibu kota. Hal tersebut didasarkan jumlah kasus aktif yang mulanya mencapai angka 23.869 pada awal PPKM di tanggal 7 Februari, menurun signifikan menjadi 13.309 pada 21 Februari 2021.

 

Lantas jika PPKM memang terbukti efektif menekan kasus aktif Covid-19, bagaimana dengan agenda penting bepergian? Tenang, Anda tetap bisa melakukannya dengan beberapa catatan berikut:

 

 

1. Hindari bepergian di peak season atau cuti bersama

Hindari bepergian ketika puncak liburan (foto: iStockphoto)

 

Pemerintah secara tegas memang mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan apalagi ke luar kota selama masa pandemi. Namun, imbauan tersebut tidak mutlak mengikat, sejauh agenda yang dilaksanakan penting dan Anda bepergian dengan bijak.

 

Adapun yang ingin dicegah dari agenda bepergian di masa pandemi adalah terjadinya kerumunan biang penyebaran virus. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk tidak bepergian di peak season atau momen cuti bersama, yang pada tahun ini telah dipangkas pemerintah menjadi dua hari saja. Baiknya jika memang penting, lakukan perjalanan di hari kerja yang relatif sepi. 

 

 

2. Pastikan bepergian dengan taat protokol kesehatan 

(foto: iStockphoto)

 

Setelah memerhatikan momen untuk bepergian, hal berikut yang tak kalah penting harus Anda pastikan adalah menerapkan protokol kesehatan (prokes). Banyak ahli sepakat kalau prokes adalah solusi ampuh memutus mata rantai penyebaran virus di samping vaksinasi yang kini tengah berjalan.

 

Maka dari itu, sekalipun Anda telah mendapat vaksin, masih sangat perlu untuk membekali keamanan diri dan sekitar dengan menerapkan minimal prokes 3M, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. 

 

3. Jangan lupa lakukan tes Covid-19 sebelum bepergian 

(foto: iStockphoto)

 

Pandemi Covid-19 bukan saja tentang seorang individu, melainkan juga orang banyak. Penyebaran virus yang sangat cepat dan kadang tak terdeteksi jika diidap seseorang adalah alasan mengapa Anda harus memastikan diri bersih dari Covid-19 sebelum melakukan perjalanan atau pertemuan-pertemuan penting.

 

Untuk itu, silakan lakukan tes Covid-19 sebelum perjalanan. Anda bisa memilih tes PCR, atau tes antigen seperti disyarakatkan pemerintah untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang yang akan Anda temui di destinasi tujuan

 

 

4. Lakukan isolasi mandiri setelah bepergian dan lakukan tes ulang

(foto: iStockphoto)

 

Setelah bepergian apalagi dalam durasi yang cukup lama, sangat dianjurkan untuk Anda melakukan isolasi mandiri sebelum benar-benar kembali menjalankan rutinitas. Langkah ini penting untuk memastikan Anda tidak terpapar virus, sekalipun dalam perjalanan telah taat prokes 3M.

 

Pemerintah dan ahli menyarankan isolasi mandiri dilakukan sekurangnya selama 14 hari, karena pada rentang waktu tersebut lah Covid-19 akan menunjukkan tanda dan gejalanya. Adapun gejala yang umum seperti demam, rasa lelah, dan batuk kering. Selain itu ada baiknya pula untuk Anda kembali melakukan tes Covid-19 demi memastikan kondisi serta melindungi keluarga tercinta.

 

5. Gunakan moda transportasi yang menjamin keamanan dan kenyamanan di masa pandemi

(foto: iStockphoto)

 

Satu hal yang tak kalah penting dari empat langkah di atas adalah memastikan penyedia moda transportasi yang Anda gunakan saat bepergian memiliki komitmen dalam menjamin keamanan dan kenyamanan penumpangnya. 

 

Sejatinya, moda transportasi massal seperti kereta sudah memiliki aturan dan protokol kesehatan yang disahkan pemerintah. Namun, untuk meminimalisir bertemu orang asing sekalipun dalam jumlah yang kecil sebagai langkah waspada, Anda dapat menggunakan layanan rental mobil seperti yang ditawarkan TRAC.

 

 

Dengan TRAC, Anda tak perlu khawatir soal keamanan selama perjalanan. Sebab, TRAC telah berkomitmen menerapkan SMART PROTOCOL, sebuah protokol kesehatan ketat yang meliputi penyemprotan rutin unit kendaraan menggunakan disinfektan setiap sebelum dan sesudah digunakan, memastikan pengemudi yang bertugas telah melalui pemeriksaan kesehatan, dan mewajibkan penggunaan masker serta sarung tangan, menyediakan hand sanitizer untuk penumpang, hingga menerapkan physical distancing dengan membatasi jumlah penumpang.

 

Selain itu, dengan TRAC Anda bisa menyewa ragam jenis kendaraan sesuai kebutuhan, mulai dari mulai dari sepeda motor untuk solo-traveling, menyewa mobil secara lepas kunci atau dengan pengemudi bersertifikat defensive driving, mobil berkapasitas hingga empat orang untuk perjalanan keluarga, hingga bus berbagai ukuran untuk perjalanan dalam rombongan.  

 

Untuk kemudahan melakukan reservasi, unduh dan instal aplikasi TRACtoGo di Google Play Store dan Apple App Store. Dapatkan juga berbagai promo dan penawaran terbaik hanya di aplikasi keren ini. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi Customer Assistance Center TRAC melalui nomor telepon 1500009 atau mengirimkan email ke rco.nasional@trac.astra.co.id.

Share

Artikel Terbaru dan Terpopuler

    Kategori Artikel

    image-dots
    image-circle-bg

    Gratis Berlangganan Newsletter

    Daftar untuk menerima artikel atau informasi terbaru langsung ke kotak masuk Anda.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

    WhatsApp