(dok. iStockphoto)
Sudah lebih satu tahun, pandemi Covid-19 di Indonesia masih menjadi momok bersama. Oleh karenanya, work from home (WFH) masih menjadi prioritas banyak perusahaan terhadap pekerjanya, sekalipun proses vaksinasi tengah berlangsung. Hal ini karena menaati protokol kesehatan dengan tidak berkerumun masih penting hingga pandemi teratasi dengan baik.
Di satu sisi, WFH memang pilihan bijak untuk menghindari risiko tertular virus Corona. Di sisi lain, WFH dalam kurun waktu yang cukup lama juga dapat mendatangkan masalah. Untuk itu perlu diketahui cara mengatasi stres agar produktivitas dan kesehatan mental bisa terjaga selama WFH. Berikut adalah 5 cara yang bisa Anda upayakan.
1. Bekerja di tempat atau meja khusus
Bebas menentukan di mana akan bekerja adalah kemewahan dari WFH. Meski begitu, Anda tetap perlu memiliki tempat atau meja khusus untuk bekerja di rumah. Hal ini bertujuan untuk memudahkan Anda memisahkan antara urusan domestik dan pekerjaan.
Bekerja dari tempat tidur atau sofa empuk memang nyaman. Namun, hal tersebut bisa membuat Anda sulit fokus dan membuat tubuh serta pikiran merasa seakan sedang tidak bekerja. Alhasil, bukan tidak mungkin produktivitas Anda terganggu. Ini bisa jadi biang stres.
2. Beri jeda yang teratur saat bekerja
Tidak seperti bekerja dari kantor, WFH dengan segala kenyamanan rumah terkadang bisa membuat Anda lupa mengambil jeda. Belum lagi ketika harus mengikuti rapat virtual beruntun yang dapat memicu kelelahan karena otak bekerja lebih keras dalam mengartikan komunikasi baik verbal maupun nonverbal di layar.
Untuk itu, upayakan mengistirahatkan fisik dan mental Anda secara berkala. Caranya bisa dengan beranjak dari tempat duduk untuk melakukan peregangan ringan atau sekadar berjalan-jalan kecil. Para ahli menyarankan jeda dengan skema 20-20-20, yaitu memberikan jeda setiap 20 menit untuk melihat objek sejauh 20 kaki (enam meter) selama 20 detik.
3. Tetap terhubung dengan rekan kerja
Interaksi dengan rekan kerja sekalipun remeh-temeh, nyatanya berperan penting terhadap kondisi mental saat bekerja. Sayangnya, segala macam sosialisasi dan interaksi langsung yang dibutuhkan manusia, sedikit sulit dilakukan kala WFH. Namun, Anda tetap bisa mengupayakan tetap terhubung dengan rekan kerja melalui aplikasi chat atau media sosial.
Selain dengan rekan kerja, Anda juga dapat mengupayakan tetap terhubung dengan keluarga atau teman terdekat agar luapan emosi bisa tersalurkan dan stres dapat terkelola dengan baik. Sekali waktu, tak ada salahnya untuk mengagendakan video call group agar tidak merasa kesepian.
4. Jangan sungkan berkata tidak terhadap permintaan pekerjaan melebihi waktu yang Anda punya
Tak dimungkiri, WFH telah membuat batas antara waktu kerja dan istirahat menjadi lebur. Rutinitas yang terkesan dijalani dengan santai, terkadang membuat pekerjaan bertambah banyak. Untuk itu jangan sungkan berkata tidak jika Anda dihadapkan dengan banyaknya permintaan pekerjaan, khususnya ketika waktu yang dimiliki sangat terbatas.
Jika Anda mendapat permintaan pekerjaan di luar jam kerja, maka buat pertimbangan sebelum menyanggupinya. Jika tugas tersebut penting untuk dikerjakan secepatnya karena menyangkut keselamatan perusahaan, maka Anda boleh menyanggupinya. Namun, jika tugas tersebut penting tetapi bisa ditunda, minta untuk menyanggupinya keesokan hari.
Jika terus mengiyakan pekerjaan dengan dalih dedikasi kerja, fisik dan pikiran Anda akan terkuras. Ketika permintaan demi permintaan akhirnya jadi tumpukan pekerjaan, maka stres akan meliputi Anda. Ingat, tujuan WFH adalah melindungi kesehatan fisik, maka jangan sampai tujuan yang baik tersebut malah berdampak buruk terhadap kesehatan mental.
5. Disiplin dalam bekerja agar bisa memaksimalkan waktu istirahat
Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, maksimalkan waktu istirahat Anda jika memang sudah saatnya. Berdedikasi terhadap pekerjaan adalah keharusan. Namun, bukan dengan cara tetap mengurusi pekerjaan pada jam istirahat. Seperti diketahui, salah satu cara terbaik mengelola stres adalah dengan cukup beristirahat.
Satu hal yang harus dicatat, untuk dapat memaksimalkan waktu istirahat Anda harus memiliki disiplin kerja yang baik. Jika Anda bisa memulai pekerjaan pada waktu yang ditentukan, maka seharusnya waktu istirahat Anda tidak akan terganggu urusan kerjaan. Jadi mulai saat ini, tetapkan jadwal layaknya Anda bekerja ke kantor agar waktu bekerja dapat digunakan dengan efektif, dan waktu istirahat bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.
6. Jalan-jalan aman melepas penat dengan rental mobil TRAC
Selain lima cara di atas, sesekali melakukan perjalanan ke luar rumah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan juga bisa jadi alternatif mengatasi stres kala WFH. Untuk itu, Anda bisa memanfaatkan TRAC yang menyediakan jasa rental mobil dengan SMART PROTOCOL untuk perjalanan ke mana pun dan kapan pun.
SMART PROTOCOL adalah protokol kesehatan ketat yang meliputi penyemprotan rutin unit kendaraan menggunakan desinfektan setiap sebelum dan sesudah digunakan, memastikan pengemudi yang bertugas telah melalui pemeriksaan kesehatan, dan mewajibkan penggunaan masker serta sarung tangan, menyediakan hand sanitizer untuk penumpang, hingga menerapkan physical distancing dengan membatasi jumlah penumpang.
Selain aman, dengan TRAC Anda bisa menyewa berbagai jenis kendaraan sesuai kebutuhan secara lepas kunci atau dengan pengemudi bersertifikat defensive driving, mulai dari sepeda motor, mobil berkapasitas hingga empat orang untuk perjalanan keluarga, hingga bus berbagai ukuran untuk perjalanan dalam rombongan.
Untuk kemudahan melakukan reservasi, unduh dan instal aplikasi TRACtoGo di Google Play Store dan Apple App Store. Dapatkan juga berbagai promo dan penawaran terbaik hanya di aplikasi keren ini. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi Customer Assistance Center TRAC melalui nomor telepon 1500009 atau mengirimkan email ke rco.nasional@trac.astra.co.id.


