Apa itu Tune Up Mobil?
Semua pemilik mobil pasti paham kalau tune up mobil merupakan bagian dari perawatan yang penting dilakukan, untuk menjaga kondisi mesin agar performanya selalu optimal.
Secara sederhana, tune up mobil merupakan penyetelan ulang dan pembersihan semua komponen/sistem pada mesin mobil agar performanya kembali seperti semula, sekaligus mengecek apakah ada komponen yang perlu diganti.
Tune up biasanya dilakukan secara rutin dan berkala meliputi pemeriksaan pada beberapa komponen. Seperti busi, filter udara, filter bahan bakar, hingga sistem pengapian untuk memastikan kinerja mesin maksimal dan efisien.
Waktu yang tepat untuk melakukannya berbeda-beda pada tiap mobil, tergantung pada banyak faktor. Diantaranya usia mobil, jarak tempuh, cara penggunaan, serta rekomendasi pabrikan.
Di dalam buku manual, biasanya ada rekomendasi untuk melakukan tune up berkala dengan patokan jarak tempuh tertentu. Tapi, ada kalanya harus dilakukan lebih cepat, terutama saat ditemui gejala kerusakan saat mobil digunakan.
Tanda Mobil Harus Tune Up
Tune up mobil harus segera dilakukan kalau saat berkendara ditemukan beberapa gejala seperti:
- Mesin sulit dinyalakan
- Mesin terasa tersendat saat melaju
- Konsumsi bahan bakar lebih boros
- Muncul bunyi mesin yang tidak wajar
- Putaran stasioner atau langsam tidak stabil, hingga
- Terasa getaran berlebih saat kecepatan tinggi
Tujuan tune up akan mengoptimalkan kembali performa mesin, memastikan kinerja komponen mesin berfungsi seperti seharusnya, memperpanjang usia pakai komponen, meningkatkan kenyamanan berkendara hingga mengembalikan efisiensi bahan bakar.
Dengan begitu, segala resiko kerusakan komponen dan mogok di jalan bisa lebih diminimalisir.
Lalu, apa saja yang dilakukan saat tune up? Biasanya bengkel akan melakukan pembersihan dan penyetelan pada beberapa komponen mesin. Berikut diantaranya.
7 Hal yang Dilakukan saat Tune Up Mobil
1. Membersihkan filter udara
Filter udara yang tersumbat membuat aliran udara tidak lancar, sehingga membuat tenaga mesin menurun dan boros bahan bakar.
Kalau kondisi filter udara sudah tidak bagus, wajib diganti baru. Filter udara yang sudah sobek atau rusak, tidak lagi mampu menyaring debu yang berbahaya bagi komponen ruang bakar mesin.
2. Membersihkan karburator atau throttle body
Tujuannya adalah untuk melancarkan aliran bahan bakar dan proses pengabutan untuk memaksimalkan proses pembakaran. Pada mesin karburator, mekanik akan melakukan penyetelan ulang putaran mesin idle.
3. Memeriksa tegangan Aki
Normalnya, tegangan aki harus mencapai 12 volt saat mesin mati dan 14 volt saat hidup. Kalau voltasenya di bawah itu, maka sudah waktunya mengganti aki.
Pada mobil injeksi tertentu, voltase aki rendah bisa mempengaruhi kinerja atau umur komponen komputernya.
4. Menyetel katup mesin
Berikutnya penyetelan celah katup mesin di angka 0,1 hingga 0,3 mm. Setelan terlalu rapat bisa membuat mesin kurang bertenaga dan boros. Tapi, setelan terlalu longgar juga membuat suara mesin terdengar kasar.
Tapi, penyetelan katup ini khusus untuk mesin mobil yang masih menggunakan penyetelan katup manual. Saat ini, sebagian besar mesin mobil sudah menggunakan penyetelan katup otomatis sehingga tidak perlu disetel lagi kerenggangannya.
5. Mengecek cairan
Pengecekan berbagai cairan atau fluida juga mesti dilakukan. Lakukan penambahan kalau jumlahnya kurang, ganti jika kondisi cairan sudah tidak bagus, dan perbaiki saat ada kebocoran.
Cairan-cairan pada mobil yang perlu dicek diantaranya oli mesin, minyak rem, oli transmisi, oli power steering, oli gardan, hingga coolant radiator.
6. Memeriksa setelan V-Belt
Kalau setelan V-Belt terlalu kendor, segera setel ulang. Tapi, proses penyetelan hanya perlu dilakukan pada mesin yang memiliki tensioner manual (tensioner ulir).
7. Mengecek celah busi
Meskipun celah busi sudah diatur dari pabrikan, namun karena penggunaan serta interaksinya dengan tekanan kompresi, ada kemungkinan kerenggangan celah busi berubah.
Celah busi yang terlalu rapat membuat tenaga mesin menurun karena api terlalu kecil. Sementara celah busi yang terlalu longgar menyebabkan kinerja koil menjadi berat dan terjadi misfire (gagal pengapian) sehingga putaran mesin tidak merata.
Selain itu, celah busi juga perlu dibersihkan agar pembakarannya menjadi lebih maksimal.
Itulah beberapa informasi tentang tune up mobil yang perlu diketahui pemilik mobil. Dengan melakukannya secara rutin, kondisi mobil pasti akan selalu terjaga. Sekaligus bisa mengantisipasi lebih dini jika ada komponen yang mulai rusak.
Kalau saat pemeriksaan operator bengkel menemukan komponen yang mulai bermasalah, segera lakukan penggantian untuk mencegah masalah di kemudian hari.
Tapi, kalau tidak mau repot dengan segala urusan perawatan mobil, ada solusi praktis saat butuh transportasi yang aman dan nyaman buat segala kebutuhan, yakni rental mobil.
Penyedia layanan rental mobil yang bisa jadi pilihan adalah TRAC. Hadir sebagai pioner layanan sewa kendaraan, TRAC punya berbagai jenis mobil untuk disewa, mulai dari city car, MPV, SUV hingga mobil-mobil premium.
Tentu saja dengan jaminan kondisi mobil yang prima, terawat, serta tahun muda dengan masa pakai dibawah 5 tahun.
TRAC juga menyediakan opsi rental mobil lepas kunci atau dengan pengemudi. Durasi sewanya fleksibel, bisa harian atau jangka panjang, mulai dari bulanan hingga tahunan.
Pesan rental mobil TRAC dengan mudah langsung dari website atau aplikasi TRACtoGo. Download aplikasinya di Google Playstore dan Apple Appstore.
Dapatkan referensi destinasi wisata serta informasi penawaran menarik lainnya dengan berlangganan newsletter TRAC dan follow media sosial TRAC di instagram @trac_astra, facebook TRAC-Astra Rent a Car dan twitter (X) @TRACastra.
TRAC Rental, Teman di Setiap Kilometer


