Cara Membaca Ukuran Ban Mobil

Tips

Cara Membaca Ukuran Ban Mobil

26 November 2025

Share

Ban mobil merupakan salah satu komponen paling penting. Sebab, secanggih apapun teknologi mesin, kemudi, suspensi, rem hingga chassis, semuanya hanya jika tidak bisa ‘ditafsirkan’ secara mulu ke permukaan jalan melalui ban.

 

Si karet bundar ini memiliki fungsi gabungan untuk membantu kinerja komponen lain pada mobil. Mulai dari kemampuan meneruskan tenaga mesin, daya manuver kemudi, kenyamanan suspensi, daya cengkram rem hingga daya angkut chassis.

 

Jadi, saat akan mengganti ban mobil, jangan sembarangan memilihnya. Satu hal yang mesti dipahami adalah ukurannya. Pada dinding ban, terdapat deretan angka dan huruf yang merupakan kode ukuran ban.

 

Tidak hanya ukuran fisik, kode ban mobil itu juga memuat informasi lain tentang kemampuan ban. Mulai dari konstruksi, kapasitas beban maksimum hingga kecepatan maksimum. 

 

Berikut ini beberapa cara membaca kode ukuran ban mobil. Saat akan mengganti ban baru, disarankan menjadikan ukuran dan spesifikasi pabrikan mobil sebagai patokan.

 

 

 

Kode Ban Mobil dan Cara Bacanya

 

Kode pada dinding ban mobil berisi informasi, seperti tipe ban, ukuran tekanan, bentuk, lebar ban, tahun produksi ban, ukuran velg, indeks beban maksimum, serta batas kecepatan maksimum. Contohnya ban dengan kode 205/65R15 95H.

 

3 Angka Pertama Ukuran Lebar Tapak Ban Mobil

 

Pada contoh tersebut tiga angka pertama yakni “205” menunjukan lebar tapak ban dalam ukuran milimeter ketika dipasangi velg.

 

Jadi, ban dengan tiga angka depan 185 akan terlihat lebih ‘kurus’ dibanding 205. Sebaliknya angka 215 misalnya menunjukan ukuran lebih lebar dibanding 205.

 

Secara teori, semakin lebar tapak ban maka daya cengkramnya juga semakin tinggi. Tapi, itu juga bisa membuat konsumsi BBM jadi lebih boros karena rolling resistance (hambatan gelinding) lebih tinggi akibat tapak yang lebih lebar tersebut.

 

Mobil-mobil sport berkecepatan tinggi umumnya menggunakan ban tapak lebar 245 keatas untuk mendapatkan daya cengkram yang lebih maksimal.

 

2 Angka Setelah Garis Miring

 

Berikutnya dua angka setelah garis miring adalah “65” yang menunjukan aspek rasio. Artinya, angka ini merupakan persentase ketinggian dinding ban terhadap lebar tapak ban.

 

Pada contoh diatas, ban punya aspek rasio 65 persen dari tapak ban 205, sehingga didapat angka ketinggian dinding ban 133,25 mm.

 

 

 

Semakin rendah aspek rasio, membuat pengendalian mobil semakin tajam tapi dengan resiko penurunan kemampuan beban dan pengendaraan terasa lebih keras.

 

Sebaliknya, aspek rasio tinggi membuat kemampuan beban meningkat sekaligus terasa lebih empuk. Mobil sport umumnya memiliki aspek rasio di bawah 50, sementara mobil MPV umumnya 65 ke atas.

 

Kode Huruf “R”

 

Setelah angka aspek rasio, terdapat huruf “R” pada contoh di atas. Huruf tersebut merupakan singkatan dari Radial yang merupakan konstruksi ban. Saat ini, hampir semua mobil penumpang sudah menggunakan konstruksi ban radial sebagai standar.

 

2 Angka setelah Huruf “R”

 

Setelah huruf R terdapat dua angka yang menunjukan diameter velg. Satuan diameter itu adalah inci. Pada contoh di atas, ban menggunakan velg ukuran 15 inci.

 

Banyak pemilik mobil yang mengganti diameter velg lebih besar dengan alasan ingin terlihat lebih gagah. Tapi, tidak disarankan mengubah secara ekstrim ukuran diameter velg. Sebab akan berpengaruh pada ketahanan suspensi dan manuverabilitas mobil.

 

Aspek rasio ban juga harus lebih rendah agar diameter keseluruhan ban tidak berbeda jauh dengan diameter ban aslinya.

 

2 Angka Terakhir

 

Setelah deretan angka dan huruf, terdapat kode setelahnya yang terpisah oleh jarak. Angka “95” pada contoh diatas merupakan indeks beban angkut maksimal dari sebuah ban.

 

Indeks beban maksimal tersebut misalnya 70 (335 kg), 75 (387 kg), 80 (450 kg), 90 (600 kg), 95 (690 kg) dan 100 (800 kg). Jadi pada contoh di atas, angka 95 menunjukan beban maksimal sebesar 690 kg.

 

 

 

Huruf Terakhir

 

Sedangkan huruf terakhir pada ban, menunjukan indeks batas kecepatan maksimal dalam kategori aman. Pada contoh di atas, huruf “H” menunjukan kalau ban tersebut aman untuk kecepatan maksimum 210 km/jam.

 

Lebih dari kecepatan itu, ban beresiko tidak aman karena panas yang ditimbulkan akibat kecepatan tinggi. Indeks kecepatan ban adalah sebagai berikut.

 

  • S (180 km/jam)
  • T (190 km/jam)
  • U (200 km/jam)
  • H (210 km/jam)
  • V (240 km/jam)
  • W (270 km/jam)
  • Y (300 km/jam)

 

Nah itulah beberapa tips agar mudah memahami kode ban mobil. Selalu pastikan kondisi ban sebelum mobil digunakan, untuk menjamin keamanan dan keselamatan selama di jalan.

 

Kalau ban mobil harus diganti, pastikan sesuai dengan ukuran dan kode ban asli yang dikeluarkan pabrikan mobil agar beban dan fungsinya bisa optimal.

 

Biar lebih praktis saat bepergian, sebaiknya gunakan layanan rental mobil. Tapi jangan sembarangan, pilih yang profesional dan bisa memberikan rasa aman seperti TRAC.

 

TRAC hadir sebagai pioner layanan sewa kendaraan yang punya berbagai jenis mobil untuk segala kebutuhan. Tentu saja dengan jaminan kondisi yang prima, terawat, dan tahun muda dengan masa pakai mobil di bawah 5 tahun.

 

 

TRAC juga menyediakan opsi rental mobil lepas kunci atau dengan pengemudi. Durasi sewanya fleksibel, bisa harian atau jangka panjang, mulai dari bulanan hingga tahunan.

 

Pesan rental mobil TRAC dengan mudah langsung dari website atau aplikasi TRACtoGo. Download aplikasinya di Google Playstore dan Apple Appstore.

 

Dapatkan referensi destinasi wisata serta informasi penawaran menarik lainnya dengan berlangganan newsletter TRAC dan follow media sosial TRAC di instagram @trac_astra, facebook TRAC-Astra Rent a Car dan twitter (X) @TRACastra.

Share

Artikel Terbaru dan Terpopuler

    Kategori Artikel

    image-dots
    image-circle-bg

    Gratis Berlangganan Newsletter

    Daftar untuk menerima artikel atau informasi terbaru langsung ke kotak masuk Anda.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

    WhatsApp