https://omnispace.blob.core.windows.net/image-article/lasem_banner.jpg

Travel

6 Alasan ke Lasem Bila Berada di Semarang

31 Maret 2019

Share

Letaknya yang relatif jauh dari kota besar membuat kebanyakan turis melewatkan Lasem, atau hanya menjadikannya sebagai tempat persinggahan sebelum melanjutkan perjalanan di sepanjang Jalur Pantura. Kota terbesar kedua di Kabupaten Rembang ini sebenarnya menyimpan potensi wisata sejarah yang menarik. 

 

Dari Semarang, Lasem dapat ditempuh dengan sewa mobil selama kurang lebih 3,5 jam. Lain kali ke Semarang, alokasikan setidaknya dua hari ekstra untuk mampir ke Lasem karena kota ini memiliki pesona sebagai berikut.

 

Kelenteng Cu An Kiong

Arahkan sewa mobil ke kelenteng tertua di Lasem yang dibangun abad 16 ini. Tampak mencolok dengan gerbangnya yang berhiaskan ornamen naga, konon, Laksamana Cheng Ho mendaratkan kapalnya di Sungai Lasem yang berada tepat di seberang kelenteng. Sungai yang bermuara ke Laut Jawa tersebut dulunya merupakan jalur perdangan yang ramai.

 

Tak hanya memiliki kisah menarik, kelenteng yang pernah menjadi lokasi syuting film Ca-bau-kan (2002) ini juga memiliki sejumlah keunikan lain. Ukirannya, misalnya, merupakan karya para pengukir dari Guangdong. Konon, setelah memugar Kelenteng Cu An Kiong, pengukir tersebut menetap di Kudus yang berada tak jauh dari Lasem dan kemudian mengajarkan keahlian mengukir kepada masyarakat setempat.

 

Lawang Ombo

Selanjutnya, berjalan kaki ke rumah di sebelah Kelenteng Cu An Kiong yang berjuluk Rumah Candu. Rumah yang bernama resmi Lawang Ombo ini dulunya merupakan gudang candu milik Lim Cui Sun, pedagang candu asal Tionghoa.

 

Perdagangan candu memang pernah menjamur di pesisir utara Jawa pada awal abad 19. Candu tak hanya dikonsumsi rakyat jelata, namun juga kaum ningrat di Jawa. Saat itu, candu diselundupkan melalui lubang yang menghubungkan Sungai Lasem dengan Lawang Ombo untuk kemudian disebarkan ke selatan Jawa, seperti Magelang. Hingga saat ini, bangunan bergaya Fujian Selatan dengan atap ekor walet yang masih terjaga ini masih memiliki altar tempat menyimpan papan abu Lim Cui Sun dan beberapa anak lelakinya, serta Kapitan Cina pertama di Lasem, Lim Ki Siong.

 

Kampung Karangturi

Berada di sini, parkir sewa mobil di salah satu tempat yang memiliki parkir memadai, seperti Homestay Tiongkok Kecil Heritage kemudian berjalan kaki keliling kampung yang dipenuhi bangunan tua ini. Kampung Karangturi merupakan salah satu tempat terbaik untuk mengagumi keindahan batik khas Lasem yang khas pesisir dengan warna khas, yakni merah darah ayam, hijau botol, dan biru tua.

 

Berjuluk Batik Tiga Negeri berkat proses pewarnaan tiga kali, kekhasan batik Lasem terletak pada coraknya yang merupakan perpaduan pengaruh Tionghoa, pesisir utara Jawa Tengah, serta keraton Solo dan Yogyakarta. Jangan lewatkan juga Museum Nyah Lasem (Karangturi Gang IV) yang menyimpan berbagai hal yang berhubungan dengan batik, termasuk surat-surat tentang penawaran harga bahan kimia, pengiriman bahan pewarna, kuitansi dalam aksara Cina dengan rekan bisnis di Juwana; cap batik dalam aneka motif; hingga mesin jahit kuno. 

 

Gunung Kajar

Tempat wisata yang mulai ramai dikunjungi berkat unggahan foto-foto di media sosial ini tak hanya memungkinkan pengunjung untuk menikmati pemandangan dari ketinggian, namun juga menawarkan beberapa spot untuk berfoto, seperti rumah pohon, panggung kayu berbentuk huruf I, gambar hati, dan huruf U, serta panggung kayu berbentuk sandal raksasa. Wisatawan tak dikenai biaya tiket masuk, namun cukup membayar parkir Rp 3.000 untuk sepeda motor dan Rp 5.000 untuk mobil. Lokasinya sendiri berada di Desa Kajar, atau sekitar 5-10 menit berkendara dengan sewa mobil dari pusat kota Lasem.

 

Pantai Binangun

Siapa pun yang melalui jalur Pantura di Kabupaten Rembang pasti tak akan melewatkan pantai ini. Meski terletak di tepi jalan, pemandangan pantai ini menawan, terutama ketika matahari terbenam. Karena berada di sisi barat Tanjung Bendo, pantai ini pun terkenal tenang, sehingga tak heran banyak nelayan yang kemudian menambatkan perahu mereka di sini untuk menghindari hantaman ombak Laut Jawa. Pengunjung dapat menyewa perahu untuk menyusuri pantai atau memancing seharga mulai Rp 30.000 per perahu.

 

 

Lonton Tuyuhan

Selagi di Lasem arahkan juga sewa mobil untuk mencicipi masakan khas lontong tuyuhan yang mirip opor ayam. Menu berkuah gurih dengan potongan ayam kampung yang telah direbus hingga empuk ini disajikan dengan lontong dalam irisan besar. Hidangan ini dengan mudah ditemui di tepi jalan arah Lasem-Pandan, tepatnya yang melewati Desa Tuyuhan. Potongan ayam dalam menu ini pun dapat dipilih sesuai selera, dan yang menjadi favorit adalah bagian kerangka perut ayam betina yang masih penuh dengan calon telur.

 

Sewa mobil di Semarang untuk mengantar ke Lasem sangatlah mudah dilakukan. Terlebih dengan kehadiran TRAC di kota ini maka pilihan paket sewa mobil pun dapat disesuaikan dengan kebutuhan, baik sewa mobil harian lepas kunci maupun dengan pengemudi.

 

Kedua pilihan sewa mobil tersebut pun termasuk asuransi. Bagi yang tidak ingin menyetir sendiri, berbagai tempat wisata di Semarang dapat dikunjungi dengan layanan sewa mobil dengan pengemudi dengan pilihan durasi 4 dan 12 jam. Harga sewanya termasuk tarif pengemudi, bensin, tol, dan parkir.

 

Untuk kemudahan melakukan reservasi, unduh dan instal aplikasi TRACtoGo di Google Play Store dan Apple App Store. Dapatkan juga berbagai promo dan penawaran terbaik hanya di aplikasi keren ini. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi Customer Assistance Center TRAC melalui nomor telepon 1500009 atau mengirimkan email ke rco.nasional@trac.astra.co.id.

 

Share

Artikel Terbaru dan Terpopuler

    Kategori Artikel

    image-dots
    image-circle-bg

    Gratis Berlangganan Newsletter

    Daftar untuk menerima artikel atau informasi terbaru langsung ke kotak masuk Anda.

    Artikel Terkait

    Tidak ada artikel terkait

    WhatsApp