• Beranda
  • Blog
  • Berita
  • Lezatnya 5 masakan peranakan ini akan membuat wisata kuliner makin meriah

https://omnispace.blob.core.windows.net/image-article/thumbnail-258-01 Kuliner Khas Peranakan.jpg
https://omnispace.blob.core.windows.net/image-article/thumbnail-258-01 Kuliner Khas Peranakan.jpg
https://omnispace.blob.core.windows.net/image-article/thumbnail-258-01 Kuliner Khas Peranakan.jpg

Berita

Lezatnya 5 masakan peranakan ini akan membuat wisata kuliner makin meriah

17 Februari 2022

Share

Menyambangi suatu kota tentu tak lengkap tanpa mencicipi masakan khas setempat. Untuk menambah khasanah kuliner tak ada salahnya menyisipkan masakan peranakan di antara daftar resto dan cafe hits yang akan Anda kunjungi.

 

Berikut 5 kuliner peranakan yang bisa menjadi pilihan saat berwisata

 

1. Bakmi, masakan peranakan yang bisa ditemukan dimana saja

Anda bisa menemukan makanan ini hampir di setiap sudut Indonesia dengan bermacam gaya, Mie Ayam, Bakmi, yamien atau apapun sebutannya. Bakmi yang dikenal sekarang ini adalah akulturasi masakan Tionghoa dengan rasa dan bahan-bahan lokal.

 

Hampir semua daerah di Indonesia memiliki bakmi khas-nya tersendiri mulai dari mie pangsit khas Siantar Sumatera Utara, Bakmi Bangka, Mie Ayam Jakarta, Mie Ayam Tasik hingga Pangsit Mie Makassar.

 

Arahkan kendaraan Anda ke sekitar pecinan di kota tujuan agar mendapatkan rasa bakmi lokal dengan rasa masakan peranakan yang otentik. Oh iya, tak perlu ragu bertanya apakah bakmi yang Anda pesan mengandung bahan non halal atau tidak, ya.

 

 

 

2. Laksa, beda daerah, beda rupa, beda rasa

Masakan peranakan lain yang memiliki relasi dengan kuliner negeri Tiongkok adalah Laksa. Sama seperti Bakmi, Laksa mudah ditemukan di sekitar kawasan pecinan namun tak semua kota memiliki makanan ini. Beberapa daerah dengan kuliner laksa yang khas adalah Medan, Jakarta, Bogor dan Tangerang, Jepara bahkan Banjarmasin.

 

Laksa merupakan sajian mie yang umumnya dengan siraman kuah santan. Laksa di tiap daerah memiliki ciri khas masing-masing karena dikombinasikan dengan selera lokal dan ketersediaan bahan.

 

Laksa Medan memiliki rasa yang cenderung asam dengan serpihan ikan dan sentuhan kecombrang. Beda lagi dengan Laksa Jakarta yang disajikan dengan kuah kuning, hal ini serupa dengan Laksa Bogor. Di kota hujan makanan ini ditambahkan potongan oncom dan kemangi. Laksa Tangerang pun berbeda, kuah kental lengkap dengan parutan kelapa sangrai, kacang ijo dan potongan ayam menjadi ciri khas-nya. Di Jepara, laksa mendapatkan kekayaan rasa dari Udang. Sedangkan Laksa Banjar biasa dihidangkan dengan ikan haruan atau ikan gabus yang menjadi ciri khas masakan Kalimantan Selatan

 

 


 

3. Lontong Cap Go Meh, kuliner imlek yang ada sepanjang tahun

Dari namanya saja Anda tentu sudah bisa menerka kuatnya akulturasi budaya Tionghoa pada makanan ini. Cap Go Meh sendiri merupakan penutup rangkaian perayaan tahun baru Imlek yang dilaksanakan pada hari ke 15. Pada perayaan tersebut, biasanya keluarga akan berkumpul dan makan bersama. Sajian lontong ini menjadi salah satu hidangan yang ada di meja makan, selayaknya ketupat saat lebaran.

 

Sekilas Lontong Cap Go Meh seperti lontong sayur pada umumnya. Jangan salah! Seporsi lengkap Lontong Cap Go Meh asal Semarang bisa memiliki 12 jenis toping. Kuah opor yang disiram di atas ketupat ditata dengan ayam suwir. Potongan telur rebus, serundeng, sambal goreng kentang, sambal goreng rebung, sambal goreng lodeh, sambal goreng buncis, sambal goreng tahu, abing (parutan kelapa yang dimaniskan), docang (parutan kelapa dan kedelai yang dikukus) serta tak ketinggalan bubuk kedelai.

 

Meski namanya erat dengan seremoni tertentu, namun Anda tak perlu hari khusus untuk mencicipi Lontong Cap Go Meh. Sekarang telah banyak rumah makan di Semarang yang menyediakan menu ini, sehingga Anda bisa mencobanya kapan pun.

 

 

 

4. Nasi Bakmoy, menu sarapan akulturasi rasa tionghoa - jawa

Diantara menu lainnya, Nasi Bakmoy memang masih kalah pamor. Nasi putih dengan tumisan daging yang disiram kuah ini biasanya disajikan sebagai menu sarapan. Dahulu kala, tumisan untuk nasi Bakmoy menggunakan campuran daging babi dan daging sapi namun karena telah berasimilasi dengan budaya lokal maka sekarang ini hanya menggunakan daging sapi atau daging ayam sebagai pelengkapnya. Tak lupa sedikit sentuhan kecap manis yang menjadi ciri khas masakan Jawa.

 

Jika Anda sedang mengunjungi kota Bandung maka mampir lah ke Lotek Mahmud yang juga menjual Nasi Bakmoy yang terkenal di kota kembang. Nasi Bakmoy di RM. Gentong juga bisa menjadi alternatif bagi Anda yang sedang berlibur ke Yogyakarta dan ingin rehat dari gudeg.

 

 

 

5. Lek Tau Suan, kuliner peranakan asli Kalimantan Barat

Namanya identik dengan nama Tionghoa, namun siapa sangka ternyata makanan ini adalah kreasi dari penduduk Kalimantan Barat keturunan Tionghoa. Ada yang bilang olahan kacang hijau ini merupakan khas Pontianak, namun ada juga yang mengklaim sebagai khas Singkawang namun tentu keduanya masih berada pada teritori Kalimantan Barat dan Anda bisa menemukannya dengan mudah di dua kota tersebut.

 

Sekilas Lek Tau Suan mirip dengan bubur kacang Hokkian, cara makannya pun didampingi dengan cakwe (cakue) hangat nan garing. Bedanya, bubur kacang Hokkian menggunakan kacang tanah sedangkan Lek Tau Suan menggunakan kacang hijau yang telah dikupas, kuahnya pun sedikit berbeda. Lek Tau Suan disajikan dengan kuah kental yang terbuat dari air, gula pasir, pandan dan campuran tepung tapioka. Tertarik mencoba? 
 

Berwisata kuliner memang selalu menyenangkan, namun tak selamanya tempat makan yang dituju menyediakan tempat parkir yang nyaman. Belum lagi jika Anda hanya memiliki sedikit waktu untuk menjelajah. 

 

Untuk itu, sebagai rekomendasi untuk menuju tempat-tempat tersebut tanpa harus pusing memikirkan parkir ataupun rute yang belum familiar, Anda bisa menggunakan jasa rental mobil, TRAC contohnya. TRAC menyediakan jasa rental mobil yang terpercaya untuk mempermudah mobilisasi Anda saat berwisata kuliner, terutama saat mencari kuliner peranakan yang biasanya menjadi hidden gem. Mobil nyaman dan pengemudi yang handal akan mengantar Anda menjelajahi kota dengan tenang.

 

Sebagai informasi tambahan, TRAC telah memiliki SMART Protocol untuk melindungi Anda di masa pandemi ini. Armada yang akan Anda gunakan akan dibersihkan dengan desinfektan sebelum dan setelah melayani pelanggan, tersedia juga hand sanitizer di semua unit yang bertugas melayani penumpang. 

 

Untuk menambah rasa aman, di setiap unit telah dilengkapi sekat pembatas antara pengemudi dengan penumpang. Kesehatan pengemudi juga selalu dipantau agar bisa menjalankan tugas dengan baik. Setiap pengemudi yang bertugas diwajibkan menggunakan masker dan sarung tangan serta tidak diperkenankan melakukan kontak fisik apapun kepada penumpang.

 

Untuk kemudahan melakukan reservasi, unduh dan instal aplikasi TRACtoGo di Google Play Store dan Apple App Store. Dapatkan juga berbagai promo dan penawaran terbaik hanya di aplikasi keren ini. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi Customer Assistance Center TRAC melalui nomor telepon 1500009 atau mengirimkan email ke rco.nasional@trac.astra.co.id.

Share

image-dots
image-circle-bg

Gratis Berlangganan Newsletter

Daftar untuk menerima artikel atau informasi terbaru langsung ke kotak masuk Anda.
WhatsApp